Simalungun,Sinar Global News.Com-

Proyek peningkatan jalan berupa lapisan penetrasi(lapen) yang dikerjakan oleh PUPR Kabupaten Simalungun melalui CV.Karya Mas Mandiri diduga dikerjakan asal asal demi meraup untung besar,dimana proyek yang informasinya aspirasi salah satu anggota DPRD Simalungun yakni Johanes Sipayung SE dengan perkiraan 450 meter,sangat buruk sekali sehingga mengecewakan masyarakat sekitar.

Adapun proyek tersebut berada di 2 titik yakni huta III dan Huta VI,Nagori Buntu turunan, kecamatan hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera. menurut warga sekitar bermarga sinaga pengerjaan proyek ini dianggap asal jadi, Karena fisik lapen nya diduga dikerjakan tidak sesuai bestek dari RAB tersebut”belum ada 1 bulan kemarin sudah rusak pak, beberapa kali mereka sisip sisip,namun selalu rusak lagi,bedalah dengan yang kami kerjakan waktu marharoan bolon kemarin,meski sudah 1 tahun tapi masih kokoh, mungkin karna kami mengerjakannya dengan doa dan penuh keikhlasan, sementara mereka mengerjakannya penuh perhitungan untung rugi,jadi hasilnya beginilah,dan kami jamin belum 1 tahun aspal ini sudah akan rusak “ungkap sembari menunjuk aspal yang mereka kerjakan ketika marharoan bolon. Sebelumnya (12/09/2022)jurnalis sinarglobalnews.com

Mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp ke Anggota DPRD Simalungun Johanes Sipayung SE yang informasinya pemilik aspirasi,ia mengatakan ke pada awak media “Mari kita panggil pemborong nya dan kalau memang rusak dengan umur lapen yang masih seumuran jagung akan diperbaiki oleh pihak ke tiga( CV.Karya Mas Mandiri=Red) sebagai pemborong proyek lapen,dan kalau tidak diperbaiki maka kita akan melaporkan ke inspektorat dan saya meminta kepada masyarakat dan media agar sama sama kita malakukan pengawasan yang baik demi untuk kita bersama”ujar Johanes Sipayung.

Pantauan di lokasi,memang jalan yang diaspal satu tahun yang lalu di Nagori buntu turunan Huta III, Proyek pengaspalan lapen Marharoan bolon keadaannya hingga saat sekarang masih dikatakan prima, karena proyek tersebut sesuai dengan bestek dan pengerjaan nya tidak Asal asalan.

kondisi lapen yang dikerjakan dengan marharoan Bolon 1 tahun yang lalu, kondisinya masih bagus

Selanjutnya,Selasa 20/09/2022, awak media melakukan investigasi langsung ke proyek lapen tersebut, maka ditemukan hasil lapen yang sudah banyak retak,tampak bebatuan koral (batu split)sudah keluar sehingga menciptakan lobang lobang kecil pada bahu jalan, disisi lain kondisi jalan masih labil sebap aspal masih bisa dikorek menggunakan jari,padahal proyek pengaspalan tersebut kurang lebih masih berumur 30 hari

Terpisah PJ pangulu Nagori Buntu Turunan Agus Waluyo saat dikonfirmasi melalui telepon pada tanggal 19/09/2022 malam, mengatakan bahwa pemborong sudah mengecek keadaan lapennya dan pemborong mengatakan bahwa lapen nya bagus dan tidak ada masalah alasan nya juga jika ada batu sipilitnya yang keluar itu karena hujan deras.ujar pemborong ke Pj pangulu Nagori buntu turunan Agus Waluyo.

Sehingga dalam hal ini dinilai CV.karya mas mandiri harus bertanggungjawab penuh atas hasil kerja pengaspalan yang mereka kerjakan, karena kesannya pengerjaan dilakukan asal jadi, padahal anggaran yang dikeluarkan Pemkab Simalungun untuk ini sangat lah besar yang bernilai Rp 397.736.000 yang volumenya 450meter, tapi hasilnya tidak memuaskan dan asal asalan.

kondisi Lapen saat ini padahal masih baru dikerjakan

Jangan demi menguntungkan diri sendiri dana yang dikeluarkan pemerintah untuk perbaikan infrastruktur rakyat nya, disalahgunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.(SGN/R02)