Lokasi Kejadian dan Kondisi korban saat baru diangkat dari Sungai

Simalungun,Sinarglobalnews.com

Gembira berujung maut,niat mau bersenang senang dengan temannya namun takdir malah berkata lain, Naas bagi Jelita Manurung warga Rondang, Nagori Bosar Nauli, umur 15 tahun kelas 3 SMP, dan Dwi Aprianti Nainggolan, umur 14 Tahun kelas 3 SMP, Warga Rondang, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Informasi dihimpun kronologi kejadian berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Hatonduhan Robinson Sihombing S.pd, yang dimuat berdasarkan keterangan saksi-saksi sebagai berikut”Hari ini suasana duka menyelimuti SMP 2 Hatonduhan, disebabkan meninggalnya 2 siswi akibat tenggelam di sungai Bah Horas yang letaknya tidak jauh dari sekolah.

Kejadian bermula pada Jumat (02/11/2022)setelah anak anak pulang sekolah sekitar pukul 11:30 WIB, selanjutnya 6 siswi pergi ke sungai untuk mandi,awalnya yang mandi hanya 3 orang yakni Angeline,Elida dan Jelita P Manurung,kemudian korban Dewi ikut juga mandi, awalnya ke empat siswa ini mandi di sekitar sungai yang dangkal,lalu beralih ke daerah yang lebih dalam.

Selanjutnya Korban Jelita mencoba pertama melompat ke daerah yang agak dalam sembari mengajak sahabatnya Angelien dengan bergandengan tangan,namun Angeline menolak, selanjutnya kedua korban yakni Dewi a Nainggolan dan Jelita P Manurung mengajak Angelien melompat bersama dengan bergandengan tangan,namun lagi Angeline menolak dengan alasan tidak pintar berenang dan ia naik ke atas tepi sungai.

Namun naasnya meski kedua korban juga ternyata tidak tau berenang namun mereka nekat juga melompat dan akhirnya terbawa arus sehingga sampai ke tengah yang lebih dalam, sempat minta tolong namun kedua korban pun tenggelam,yang tampak hanya kedua tangannya dan rambutnya,awalnya teman temannya mengira kedua korban bercanda namun setelah 2 menit tidak muncul baru mereka mulai panik.

Selanjutnya Angeline dan Elida memanggil sahabat mereka yang lainnya yakni Nurcahaya dan Putri, mereka sempat memanggil manggil nama korban, mereka juga sempat berusaha menyelamatkan dengan mencari kayu dan pelepah sawit di sekitar sungai, kemudian Angeline dan putri mencoba mencari bantuan kepada warga sekitar, seorang ibu dan saudaranya lelaki juga mencoba berlari kearah sungai untuk membantu, sementara Angeline dan Putri mencari bantuan lagi dan akhirnya bertemu seorang lelaki penjual mie ayam, sehingga penjualan mie ayam tersebut meminta bantuan warga yang bisa berenang.

Warga yang mengetahui ada siswi yang hanyut langsung melaporkan kepada Kepolisian dan Puskesmas Buntu Turunan,akhirnya setelah bersama sama melakukan pencarian,berselang 1 jam kedua korban baru ditemukan, petugas medis sempat melakukan pertolongan awal dengan menekan jantung korban,namun disayangkan kedua korban tidak bisa juga diselamatkan dan akhirnya di bawa ke Puskesmas Buntu Turunan untuk dilakukan pemeriksaan, selanjutnya kedua korban dijemput keluarga masing-masing”.terang kepala sekolah.

Ditanya informasi kapan kedua Jenasah siswi SMP tersebut dikebumikan, Robinson mengatakan kemungkinan besok hari Sabtu (03/11/2022)”mungkin besok karena kami dari pihak sekolah juga akan melayat besok ke rumah duka”ungkap Robinson.

Saat keluarga menjemput korban di Puskesmas Buntu Turunan

Terpisah,Plt.Kapolsek Tanah Jawa AKP Darma saat dikonfirmasi membenarkan ada 2 siswi yang meninggal akibat tenggelam di sungai,”ia ada pak, ada 2 siswa SMP Negeri 2 Hatondohan yang meninggal dunia akibat tenggelam disungai,saat ini sudah dijemput keluarganya,pihak keluarga juga membuat surat pernyataan tidak ada tuntutan apapun dan meyakini kejadian adalah kecelakaan,anggota juga sudah lakukan cek dan olah TKP”ungkap Kapolsek.(SGN/TIM).