siantar,sinarglobalnews.com-

Prostitusi dalam jaringan atau online via aplikasi Michatt di Kota Siantar semakin merajalela. Bahkan, para mucikari menjajakan wanita kepada lelaki hidung belang yang masih dibawa umur.

“Prostitusi di Siantar merajalela, pelaku hingga korban beragam, mulai dari usia 16-30 tahun. Di Kost Deyah 9, Kelurahan Bukit Sofa, ada banyak disana mucikari,” papar S yang mengadu kepada wartawan.

Salah satu mucikari yang menghuni di Kost Deyah kata S, yakni berinsial JHL alias Juju warga Kabupaten Simalungun. Juju lanjutnya, diperintahkan oleh seorang banci berbadan kurus berinsial Abi.

“Jadi, penghuni di Kost itu semua masih anak-anak si Juju dan Abi. Kalau ada nanti lelaki yang minta ditemani di tempat hiburan malam, mereka sediakan,” jelas S, Selasa (20/9/22) malam sekira jam 20.04 WIB.

Untuk harga berhubungan badan (ST) yang dibanderol sambungnya, bervariasi. Mulai dari Rp 250 sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk menemani dugem di tempat hiburan malam yakni sekitar Rp 300 ribu.

“Ngawani dugem paling murah Rp 300 ribu, kalau St paling murah 250 ribu. Nanti, Cek in nya di kamar kos itu juga. Terus, si Juju nanti dia dapat komisi 50-100rl rini per ST. Sehari mau enam kali Cek in,” katanya lagi.

Selain itu sambung S, Juju melobikan anak-anak nya mulai siang sekitar jam 02.00 WIB sampai dengan subuh jam 05.00 WIB, dengan situs aplikasi Michatt dan WhatsApp bagi tamu yang sudah berlangganan.

“Juju nuntun tamu lewat share lok. Dari Wa bisnis dibuat komunikasinya. Kami ini, warga sekitar Kost Deyah prihatin ada anak dibawa umur dijual. Kami harap Polres Siantar dan Satpoll PP melakukan penindakan,” pinta S.

Juju, ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp tak menjawab meskipun masuk dan bertanda centang dua.

Sementara, Selasa (20/9/22) malam jam 20.22 WIB, Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya terlebih dahulu memalukan pemantauan.

“Makasih bang infonya, segera kita cek dulu infonya dan kita lakukan penyelidikan dan akan menggali informasi dari S,” paparnya mantan Kapolsek Pangururan, Polres Simalungun tersebut dengan tegas.( SGN/ BS)