Simalungun, sinarglobalnews.com-

Pasca diberitakan sinarglobalnews.com pada 11 September 2022 lalu, terkait proyek parit pasangan yang di pertanyakan warga karena diduga sarat korupsi yang dilakukan oleh Sunggu Sirait selaku Pj. Pangulu Nagori Buntu Bayu, tepatnya di Huta l Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dari beberapa poin yang disoroti diduga sarat penyimpangan, salah satu poin yang dipertanyakan adalah PLANK proyek pengerjaan,dimana ada dituliskan bahwa pekerjaan tersebut didampingi dan dikawal TP4D Kejaksaan Negeri Simalungun dilengkapi beserta logo Kejari Simalungun, namun TP4D yang dimaksud tidak pernah terlihat dilokasi kerena sebenarnya TP4D sudah di bubarkan beberapa tahun yang lalu.

Selain itu ada hal yang mencurigakan karena PLAN proyek tidak dipasang disekitar pekerjaan dan malah disimpan di dalam rumah warga bersamaan beberapa Zak Semen.namun ketika Awak media meminta segera dikeluarkan barulah seorang pria diduga kepercayaan Pangulu mengeluarkannya.

Kuat dugaan Sunggu Sirait sengaja mencetak PLANK papan proyek disertai logo Kejaksaan Negeri Simalungun dan menuliskan” Pekerjaan ini didampingi dan dikawal oleh TP4D Kejaksaan Negeri Simalungun” adalah untuk mengelabuhi masyarakat agar seolah olah pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan benar benar dikerjakan dengan baik karena sudah dikawal oleh Kejaksaan Negeri Simalungun,

Atas hal ini sebelumnya awak media coba konfirmasi kepada Sunggu Sirait melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon,namun yang bersangkutan enggan menjawab konfirmasi meskipun pesan sudah di baca.

Untuk mengungkap tabir,Selanjutnya pada Kamis ( 27/09/2022) sinarglobalnews.com coba Konfirmasi Kajari Simalungun,melalui pesan WhatsApp Bobbi Sandri SH MH mengatakan “Konfirmasi ke Kasi Intel saya”tulisannya selanjutnya mengirimkan nomor WhatsApp Kasi Intel yang dimaksud.

Menjawab konfirmasi ,kasi Intel mengatakan bahwa TP4D sudah dibubarkan “sore bang sekedar informasi TP4D sudah dibubarkan,dan untuk kegiatan di nagori Buntu Bayu tidak pernah dilakukan pendampingan ataupun pengawalan oleh kejaksaan Negeri Simalungun, terima kasih infonya bang,akan kita tegur Pangulu yang bersangkutan”tulisannya.

Tak sampai disitu sinarglobalnews.com coba konfirmasi Camat Hatonduhan selaku pembina dan pengawas penggunaan Dana Desa, melalui pesan WhatsApp Bangun Sihombing mengatakan “yang salah cetak mungkin itu, nanti kita bina,ini aku lagi sakit”ungkapnya.

Namun disayangkan hingga berita ini kembali dilayangkan, yang bersangkutan Sunggu Sirait selaku PJ.Pangulu Nagori Buntu Bayu tetap enggan menjawab konfirmasi awak media.

Sebelumnya diberitakan,dewasa ini pemerintah terus menggelontorkan dana yang cukup besar ke setiap Desa dengan harapan pembangunan Nasional dimulai dari Desa, Pemerintah juga berharap adanya Feedback dari masyarakat dalam pengawasan dan pengelolaan anggaran tersebut sehingga diterbitkannya undang undang KIB dengan harapan pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana pemerintah dilakukan dengan sistematis dan akuntabel.

Sementara pengerjaan proyek parit pasangan yang berada di Huta l Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan,Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara dipertanyakan dan disoal warga, Pasalnya proyek yang bersumber dari Dana Desa dengan pagu anggaran 124.400.386 rupiah ini diduga dikerjakan asal jadi dan sarat korupsi.

“Kami menduga pengerjaan proyek itu sarat penyimpangan, soalnya PLANK proyek nya saja disimpan simpan, campuran semennya saja kami ragukan seperti banyakan pasir, soalnya pemasanganya bisa menggunakan tangan, selain itu ketebalan pemasangan batu pun kita ragukan, pokoknya turunlah kelokasi biar lebih jelas”ungkap warga tak jauh dari lokasi namun tidak ingin namanya disebutkan.

Berdasarkan informasi tersebut sinarglobalnews.com selaku media inspirasi suara rakyat coba turun investigasi kelokasi yang dimaksud pada hari Rabu 31 Agustus 2022, Kamis 01 September 2022,Jumat 02 September 2022,dan jumat 09 September 2022 .

Yang benar saja dari hasil investigasi yang dilakukan ada beberapa kejanggalan dilokasi pengerjaan,

1. PLANK proyek sepertinya sengaja disembunyikan karena diawal awak media datang saja dikeluarkan selanjutnya tak pernah tampak lagi dilokasi, seharusnya PLANK tersebut terpampang selama kegiatan berlangsung.sehingga diasumsikan sengaja disembunyikan untuk menutupi informasi dari publik.

2. untuk ketebalan pemasaran ding ding parit pasangan terlihat ketebalan Batu padas hanya 12 CM padahal keterangan tukang seharusnya 20 CM.”kami tidak pernah melihat RAB atau gambarnya pak,yang penting kami disuruh kerja,”ungkap seorang pekerja yang mengaku kepala tukang.

3. untuk campuran semen pasir sesuai keterangan pekerja perbandingannya 1:5 dengan menggunakan semen bruto 50 kg, sementara sesuai penuturan warga yang tidak ingin namanya dituliskan menduga campuran semennya 1:7 karena terlihat hanya pasir saja yang tampak.

4. pondasi di pasang dia atas tanah berlumpur dan masih ada air, sehingga hal itu pastinya mengurangi kekuatan pasangan.

5. sebagian para pekerjaan tidak menggunakan kelengkapan keselamatan kerja seperti sarung tangan, sepatu boots,masker, dan sesuai penuturan pekerja alat itu tidak diberikan oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) nya

6. selama turun ke lokasi tidak pernah bisa bertemu TPK, bahkan sesuai penuturan kepala tukang bahwa mereka tidak mengenal TPK kegiatan,dan untuk penggajian juga mereka langsung di akomodasi Pj.pangulu,hal ini bisa diasumsikan bahwa kegiatan di ambil alih Pangulu yang seharusnya dikerjakan oleh TPK.

7. dalam PLANK proyek ada dituliskan bahwa pekerjaan tersebut didampingi dan dikawal TP4D Kejaksaan Negeri Simalungun, namun TP4D yang dimaksud tidak pernah terlihat dilokasi.

8. dalam PLANK Proyek juga tidak disertakan logo Kementrian Desa, sehingga dalam hal ini Pemerintah Nagori Buntu Bayu diduga sudah merasa berdikari sendiri.

Dari beberapa poin tersebut diasumsikan bahwa pengerjaan proyek parit pasangan ini penuh kejanggalan, bahkan berbau korupsi sehingga dinilai layak di koreksi oleh APH dan instansi terkait, karena jika tidak bisa merugikan masyarakat dan pemerintah.

Terpisah Pj.Pangulu Nagori Buntu Bayu Sunggu Sirait,ketika dikonfirmasi tentang hasil investigasi dilapangkan melalui pesan WhatsApp tampak enggan menjawab konfirmasi meskipun tampak online dan pesan terkirim tanda Ceklis dua biru, panggilan telepon juga tidak diangkat meski nada panggilan berdering hingga berita ini dilayangkan.(SGN/R01)