Simalungun.Sinarglobalnews.com-

Pasca diberitakan oleh media sinarglobalnews.com beberapa waktu yang lalu tentang bobroknya pengerjaan proyek peningkatan jalan berupa lapisan penetrasi (Lapen) tepatnya jalan kabupaten simalungun lintas Nagori Buntu Turunan menuju Nagori Bosar Nauli ,Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

CV.Karya Mas Mandiri selaku pihak ketiga yang dipercayakan Dinas PUPR kabupaten Simalungun hanya menambal sulam perbaikannya.padahal sebelumnya Pimpinan Nainggolan selaku pimpinan perusahaan kepada wartawan berjanji akan bertanggung jawab dan merehap pekerjaan mereka, Tapai kenyataan nya mereka hanya menambal beberapa lobang yang ada pada lapen tersebut.

Selanjutnya,pada hari Senin 26/09/2022,awak media kembali terjun ke lokasi, terlihat ada beberapa pekerja sedang melakukan tambal sulam lapen yang berlobang akibat tergerus air,pantas saja bisa tergerus air karena lapen bisa dicongkel dan dikelupas memakai jari telunjuk,tampak juga salah satu pekerja sedang kerja dilokasi, dengan menggunakan dicangkul lapen tersebut langsung mengelupas,

Disisi lain juga begitu, proyek yang menelan anggaran Rp 397.736.000, dengan panjangnya kurang lebih 450 meter dan berada di 2 titik banyak ditemukan retakan.Padahal usia lapen tersebut masih berumur hampir 2 bulan, sehingga dalam hal ini dipastikan kekuatan dari ketahanan lapen tersebut sangat lah buruk dan diduga dikerjakan tidak sesuai bastek RAB sebenarnya.

Salah satu warga saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa jika perbaikanya hanya tambal sulam aja,itu cuma perkerjaan sia sia karena sebelumnya juga sudah di tambal sulam dan ketika hujan akan hanyut juga, apalagi banyaknya retakan sepanjang lapen jadi tidak efisien dengan metode tambal sulam dalam pekerjaan lapen tersebut.”Mengingat banyak nya retakan ,sudah seharusnya jalan lapen tersebut harus dibongkar semua dan dikerjakan ulang, harusnya pemerintah selalu mengawasi pekerjaan,kami warga sini sangat rugi dengan pekerjaan ini, padahal kami sudah 15 tahun merindukan perbaikan jalan ini”tandasnya.

Masyarakat juga meminta Johanes Sipayung SE,anggota DPRD kabupaten Simalungun sebagai pihak yang menghujuk dana aspirasi tersebut seharusya juga melakukan pengawasan pekerjaan,dan diharapkan selaku wakil rakyat yang dipercayakan warga Nagori Buntu Turunan dalam hal ini menekankan CV.Karya Mas Mandiri agar bertanggung jawab penuh atas pekerjaan pengaspalan yang kami anggap proyek odong odong ini”ungkapnya lagi.

“Jadi dana aspirasi rakyat yang seharusnya digunakan secara bijak dan baik untuk kesejahteraan masyarakat, jangan dipakai untuk kesenangan dan memperkaya diri sendiri oleh oknum nakal yang tidak bertanggung jawab, kalau perlu pak Johanes sipayung yang menghunjuk kegiatan sebagai dana Aspira melaporkan hal ini kepada APH,kami masyarakat pasti mendukung beliau”ungkap warga lain.

Terpisah Kepala Dinas PUPR kabupaten Simalungun Hotbinson Damanik,ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan dikirim berita sebelumnya pada Senin (26/09/2022) belum bersedia memberikan keterangan,ditelfon berkali-kali juga ia enggan mengangkat teleponnya meski terlihat sedang online.

Sebagai informasi, diberitakan sebelumnya bahwa Proyek peningkatan jalan berupa lapisan penetrasi(lapen) yang dikerjakan oleh PUPR Kabupaten Simalungun melalui CV.Karya Mas Mandiri diduga dikerjakan asal asal demi meraup untung besar,dimana proyek yang informasinya aspirasi salah satu anggota DPRD Simalungun yakni Johanes Sipayung SE dengan perkiraan 450 meter,sangat buruk sekali sehingga mengecewakan masyarakat sekitar.

Adapun proyek tersebut berada di 2 titik yakni huta III dan Huta VI,Nagori Buntu turunan, kecamatan hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera. menurut warga sekitar bermarga sinaga pengerjaan proyek ini dianggap asal jadi, Karena fisik lapen nya diduga dikerjakan tidak sesuai bestek dari RAB tersebut”belum ada 1 bulan kemarin sudah rusak pak, beberapa kali mereka sisip sisip,namun selalu rusak lagi,bedalah dengan yang kami kerjakan waktu marharoan bolon kemarin,meski sudah 1 tahun tapi masih kokoh, mungkin karna kami mengerjakannya dengan doa dan penuh keikhlasan, sementara mereka mengerjakannya penuh perhitungan untung rugi,jadi hasilnya beginilah,dan kami jamin belum 1 tahun aspal ini sudah akan rusak “ungkap sembari menunjuk aspal yang mereka kerjakan ketika marharoan bolon.

Sebelumnya (12/09/2022)jurnalis sinarglobalnews.com

kondisi lapen yang dikerjakan melalui program marharoan bolon masih bagus meski sudah 1 tahun

Mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp ke Anggota DPRD Simalungun Johanes Sipayung SE yang informasinya pemilik aspirasi,ia mengatakan ke pada awak media “Mari kita panggil pemborong nya dan kalau memang rusak dengan umur lapen yang masih seumuran jagung akan diperbaiki oleh pihak ke tiga( CV.Karya Mas Mandiri=Red) sebagai pemborong proyek lapen,dan kalau tidak diperbaiki maka kita akan melaporkan ke inspektorat dan saya meminta kepada masyarakat dan media agar sama sama kita malakukan pengawasan yang baik demi untuk kita bersama”ujar Johanes Sipayung.

Pantauan di lokasi,memang jalan yang diaspal satu tahun yang lalu di Nagori buntu turunan Huta III, Proyek pengaspalan lapen Marharoan bolon keadaannya hingga saat sekarang masih dikatakan prima, karena proyek tersebut sesuai dengan bestek dan pengerjaan nya tidak Asal asalan.

Selanjutnya,Selasa 20/09/2022, awak media melakukan investigasi langsung ke proyek lapen tersebut, maka ditemukan hasil lapen yang sudah banyak retak,tampak bebatuan koral (batu split)sudah keluar sehingga menciptakan lobang lobang kecil pada bahu jalan, disisi lain kondisi jalan masih labil sebap aspal masih bisa dikorek menggunakan jari,padahal proyek pengaspalan tersebut kurang lebih masih berumur 30 hari

Sebelumnya juga PJ pangulu Nagori Buntu Turunan Agus Waluyo saat dikonfirmasi melalui telepon pada tanggal 19/09/2022 malam, mengatakan bahwa pemborong sudah mengecek keadaan lapennya dan pemborong mengatakan bahwa lapen nya bagus dan tidak ada masalah alasan nya juga jika ada batu sipilitnya yang keluar itu karena hujan deras.ujar pemborong ke Pj pangulu Nagori buntu turunan Agus Waluyo.

kondisi Lapen yang baru dikerjakan sudah rusak meski baru 1 bulan

Sehingga dalam hal ini dinilai CV.karya mas mandiri harus bertanggungjawab penuh atas hasil kerja pengaspalan yang mereka kerjakan, karena kesannya pengerjaan dilakukan asal jadi, padahal anggaran yang dikeluarkan Pemkab Simalungun untuk ini sangat lah besar yang bernilai Rp 397.736.000 yang volumenya 450meter, tapi hasilnya tidak memuaskan dan asal asalan.Jangan demi menguntungkan diri sendiri dana yang dikeluarkan pemerintah untuk perbaikan infrastruktur rakyat nya, disalahgunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.(SGN/Tim)