Simalungun, Sinarglobalnews.com-

Istilah Rakyat Buntung Pemborong Untung layak lah dipakai pada Proyek peningkatan jalan jurusan Simpang Pulo Sarana menuju Pulo Sarana tepatnya Nagori Bahal Batu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara, buktinya proyek yang telah usai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Simalungun melalui pihak rekanan CV.Lapanam Era Karya disoal warga.

Pasalnya baru usai dikerjakan bahkan usianya belum seumur jagung proyek berupa lapen dengan pagu anggaran 290.709.000,00 (dua ratus sembilan puluh juta tujuh ratus sembilan ribu rupiah ini sudah rusak,”kami masyarakat awam tidak mengerti tehnik pengaspalan, namun ketika kami lihat aspalnya bisa dikorek menggunakan jari sudah bisa kami pastikan kualitasnya abal Abal,lihat saja pak belum apa apa saat ini aspalnya sudah retak retak, sehingga kami curiga pengerjaannya asal asal dan penuh kecurangan untuk meraih keuntungan,dan kami mohonkan agar penegak keadilan periksa orang orang yang terlibat di dalam pengerjaan itu,kami curiga ada berbau korupsi didalam pengerjaannya”ungkap warga disebuah warung kopi di Huta Bayu belum lama ini.

Mendapat informasi awak media sinaglobalnews.com yang mempunyai cita-cita menjadi inspirasi suara rakyat Langsung terjun kelokasi yang di maksud warga, memang kondisi jalan sudah mulai rusak, beberapa titik terlihat sudah retak retak,bahkan sebagian batu split berukuran O,5 yang menempel di bahu jalan bisa dicomot menggunakan jari kemungkinan aspalnya kurang merekat,disisi lain aspal juga bisa dikorek menggunakan jari orang dewasa.

Berdasarkan hal itu, pengerjaan ini dinilai layak dikoreksi oleh pihak pihak terkait khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simalungun, diduga ketika pengerjaan berlangsung instansi terkait kurang melakukan pengawasan, atau bisa saja sudah ada konspirasi didalamnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Simalungun Hotbinson Damanik ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatshap tentang kondisi hasil pengerjaan rekanan pada Jumat (01/11/2022) tidak memberikan jawaban, meskipun pesan telah terkirim dan ceklis 2 biru namun Kepala Dinas hanya membisu hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi.

Terpisah Pangulu Nagori Bahal Batu Azis Manurung, ketika dikonfirmasi apakah Bangunan Jalan tersebut sudah di serah terima kepada Nagori,dan apakah benar kegiatan tersebut adalah Aspira salah satu DPRD kabupaten Simalungun,namun hingga berita diterbitkan pesan WhatsApp yang dikirim padanya belum juga di balas(SGN/TIM)