Simalungun, sinarglobalnews.com

Sejumlah orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Simalungun tergolong nekat setelah melakukan penumbangan terhadap puluhan pohon Mahoni yang diperkirakan berusia sekitar 20 hingga 25 tahun.

Amatan sinarglobalnews.com dilokasi pada Selasa (20/09/2022) tampak puluhan gelondongan batang Mahoni berdiameter antara 30 cm hingga 150 cm berserak yang sebelumnya berdiri kokoh di jalan Asahan KM 4,5 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun tepatnya pinggir jalan menuju kantor Kejaksaan Negeri Simalungun dan Pengadilan Negeri Simalungun, ada sekitar 30 tunggul bekas pemotongan,dan kayunya dibiarkan berserakan setelah ditumbang oleh OTK.

Salah seorang warga berinisial Bil (34) dilokasi mengatakan penumbangan pohon Mahoni itu dilakukan sekira Minggu Sore ,”mungkin sengaja dilakukan Minggu sore bang biar tidak jadi sorotan para wartawan dan APH, namun banyak kok masyarakat sekitar yang melihat sejumlah pria menggunakan mesin shinshaw memotong pohon hingga akar”katanya

Saat disampaikan penebangan itu diduga tidak ada izin dari instansi terkait, pria tersebut mengatakan “kami mengira mereka disuruh dari pemilik perumahan mewah Meranti Land itu bang “. Kalau memang benar tidak ada izinnya para pelaku harus harus segera diusut dan ditangkap itu bang karena daerah tersebut merupakan rawan banjir, apa lagi satelah ada perumahan mewah tersebut” ucapnya.

Sementara itu Developer Perumahan Meranti Land Kavin saat dikonfirmasi via panggilan WhatsApp Senin malam mengatakan tidak ada sama sekali mengajukan permohonan untuk penebangan pohon Mahoni yang berada tepat didepan perumahan tersebut , Kita tidak mengetahui dan tidak ada mengajukan permohonannya , Ujar Kevin singkat.

Saat dikonfirmasi terkait penebangan pohon oleh OTK Kapolres Simalungun AKBP. Sipayung tidak dapat memberi keterangan melalui pesan whast up(bungkam).

Pemerhati Lingkungan Ferry Simarmata mengatakan

” Bahwa, kita sangat menyesalkan tindakan penebangan pohon Mahoni (Mahagoni, sp) sebagai pohon pelindung jalan yang dilakukan di sekitar bahu jalan Asahan km 4.5 saat ini. Sebagaimana diketahui, keberadaan pohon dimaksud berfungsi untuk menjaga erosi dan juga dapat menetralisir karbondioksida (Co2) yang dihasilkan dari emisi kendaraan bermotor menjadi oksigen (O2) yang dibutuhkan manusia”terangnya

Lebih lanjut kata Ferry,Kegiatan penebangan pohon secara ilegal ini merupakan kejahatan luar biasa yang sangat layak dan patut untuk diberikan sangsi pidana, karena berpotensi untuk merusak ekosistem dan keberlanjutan hidup orang banyak.

 

“Untuk kepentingan dimaksud, Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara harus dapat menjelaskan kejadian dimaksud, mengingat tugas dan tanggungjawab yang mereka miliki,Apabila, memang dinas dimaksud tidak pernah mengeluarkan izin dan ataupun tidak mengetahui tentang kegiatan penebangan tersebut, maka sudah saatnya negara bertindak secara tegas untuk membentuk tim khusus menelusuri kejahatan ini, agar publik dapat mengetahui kejadian sebenarnya, karena negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan lingkungan”ungkapnya mengakhiri.(SGN/R03)