Simalungun,sinarglobalnews.com –Viral di media sosial telah terjadi tindakan premanisme dengan pengeroyokan tepatnya di Jalan Asahan pada hari Kamis (23/6/2022). melalui unggahan Facebook S Sri Yeyen Marbun, dalam postinganya ia mengaku korban pengeroyakan tersebut adalah anaknya.

Unggahan Video tersebut terlihat anaknya yang bertugas sebagai supir angkot (berwarna hijau) dipukuli dengan sadis oleh 2 orang diduga kakak beradik.Selang beberapa lama baru terlihat warga berusaha melerai pengroyakkan tersebut.

Dalam foto lainnya saat ini kondisi anaknya di bagian telinga mengeluarkan darah, dan ada luka di bagian belakang kepala, namun sesuai pengakuannya di Facebook ia tidak tau mengapa anaknya di pukuli, menurutnya biar bagaimana pun kekerasan tidak dapat dibenarkan.

Ia juga meminta keadilan kepada pihak yang berwajib, untuk mengusut tuntas kasus anaknya tersebut,namun ia mengucapkan terimakasih kepada yang merekam kejadian tersebut dan warga yang membantu untuk melerai pengeroyokan anaknya.

Diketahui beberapa warga setempat yg melihat, ada salah satu warga yg merekam kejadian tersebut.sehingga vidio tersebut menjadi viral di Media sosial, menunjukan betapa brutal dan sadis nya pemukulan yang dilakukan ke 2 kakak beradik ini.

“Biar bagaimanapun kekerasan tidak dapat dibenarkan.
Sampai saat ini anak saya masih kesakitan dan sesekali teliga nya mengular kan darah, karena ada luka dalam dibagian kepala belakang.
Kami rakyat kecil Tidak tau harus bagaimana , kami meminta keadilan, bagaimana agar kasus ini segera Terungkap.
Dengan ini kami keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada yg merekam kejadian tersebut dan kepada bapak-bapak yg sudah membantu melerai pengeroyokan anak saya”Tulisnya di akun Facebook pribadinya.

Atas hal ini cibiran keras pun banyak dilontarkan para netizen buat pelaku pengeroyokan, para netizen mengutuk pelaku tindakan premanisme,sebagian mengarahkan untuk membuat laporan pada kepolisian demi keadilan,ada juga yang mengharapkan agar kedua pelaku segera di tangkap polisi,namun melalui kolom komentar diketahui bahwa korban adalah bernama Wantri anak dari S Sri Yeyen Marbun. (SGN/IS)